Tanggal 29 Agustus 2024 saya melaksanakan wisuda di Universitas Sains Teknologi Indonesia yang dulunya bernama STMIK Amik Riau. Tahun 2017 saya masuk lulus tahun 2024. Saya belum bisa terbayang dahulunya saya bisa menjadi wisudawan. Duduk, saya berpikir lulus perguruan tinggi sama dengan kelulusan SMK. Per semester terus berjalan hingga menyadari lingkungan kuliah harus menjadi mandiri dalam ikutserta mencari nilai yang baik. Disisi lain saya awal semester masih menjadi seorang pemalas. Berbagai macam permasalahan yang dihadapi hingga masalah mental cukup menguras daya pikir sehingga mendapatkan pengalaman yang belum pernah yakni penelitian dan menyusun skripsi. Di dalam benak saya tidak ingin mengikuti acara wisuda, karena jenuh dengan seremonial formal yang dilaksanakan. Tetapi orang tua saya yakni bapak memerintah saya mengikuti acara tersebut dalam benaknya sebagai kenangan bersama anaknya. Dari pada membuat dia menggerutu alangkah baiknya mengikuti perintah. Ac...
Setelah
saya mengungkapkan perasaan suka kepada wanita tersebut. saya
mempunyai janji kepada teman dekat saya di berkata "Bagaimana
engkau berikan saja barang kepada dia ?", saya pun menyautnya
"Benar juga kemudian saya memilih memberikan jilbab untuk
wanita". agar janji saya dapat terpenuhi saya merencakan
pembelian barang tersebut. Pada malam harinya saya mencari melalui
toko online kemudian memilih sebanyak 5 jilbab dengan berbeda model,
yakni ada yang panjang menutupi dada hingga jilbab mode simpel
(langsung disarungkan ke kepala). Saat itu, saya tidak tahu kesukaan
dia, namun saya mengharapkan pilihan saya ini dapat disukai dia.
Beberapa menit memilah jilbab saya memutuskan membeli, kebetulan juga
uang saya ada dari penghasilan website download, sehingga saya sangat
bangga memberikan barang itu dengan hasil jerih usaha saya.
Barang tersebut saya titipkan kepada satpam di tempat kampus saya
sebagai perantara memberikan barangnya kepada wanita yang saya sukai.
Sebenarnya saya tidak berani memberikannya secara langsung
dikarenakan wanita itu telah mempunyai kekasih lain yakni teman
sekelas kampus saya. Maka dari itu saya meminta bantuan kepada
satpam. Namun, saya tidak memberi tahu siapa pengirim barang itu
(Saya anggap pengagum rahasia). Tetapi saya pun berpikir, “Bagaimana
wanita itu tahu barangnya sudah tiba ?”. Maka saya meminta bantuan
kepada teman dekat saya untuk menjadi perantara juga sebagai (Teman
saya ini yang memberikan barang tersebut kepada wanita, tapi
sebaliknya) agar tujuan saya tercapai memberikannya tanpa ketahuan
dari saya sendiri. Tetapi teman dekat saya ini tiba-tiba memberi tahu
kepada wanita tersebut bahwa yang memberikan barang adalah saya. Saya
pun langsung panik setelah teman saya memberi tahu kepada saya apa
yang dia katakan.
Beberapa menit kemudian saya menerima pesan whatsapp dari wanita
itu yang berkata “Terima kasih banyak ya barangnya”, lanjut kata
saya “Sama-sama”, mulailah percakapan singkat. Tanya wanita itu
“Kenapa engkau memberikan barang ini ?”, jawab saya “anggap
saya itu hadiah ulang tahun mu, walaupun bukan hari ini sambil emot
ketawa” (Padahal saya deg degan sekali saat di chat wanita itu dan
juga malu). Kemudian dia berkata lagi “Berapa harga barang itu ?
Biar aku ganti uang mu”, jawab “Tidak apa-apa, aku ikhlas
mengasihnya” terus “oh ya lah, Terima kasih ya”. Saya sangat
bangga membuat wanita itu bahagia terhadap perilaku saya. Disaat itu
saya sangat di mabuk asmara hingga menjadi kaku didepan wanita itu
saat berpapasan.
Pada saat di kampus kami tidak saling bertegursapa karena saya
canggung kepada wanita itu. Hal ini terjadi setelah saya menyatakan perasaan saya kepada dia. Kebetulan juga kelas kami berbeda, setelah
diawalnya sama karena ada pemecahan kelas yang dilakukan oleh
penyelenggaran perguruan tinggi tersebut. Hingga tulisan ini dibuat,
saya pun sudah tidak berkomunikasi dengan wanita itu.
Namun, saya terima kasih kepada wanita itu yang memberikan
pengalaman kepada saya bagaimana merasakan cinta dilingkungan kampus
walaupun tidak bertahan lama. Dikarenakan faktor-faktor yang saya
alami merupakan hal yang bahagia serta menimbulkan kebodohan diri
sendiri.

Komentar
Posting Komentar