Pada saya semester 3 (2021/2022), saat itu saya mengambil mata kuliah algoritma dan pemrogramman. ke inginan saya untuk mendalam pembelajaran tentang algoritma & pemograman dengan jelas, tetapi menurut saya, tidak masuk akal dengan apa yang dipelajari dalam mata kuliah tersebut. kenapa tidak masuk akal kata saya ?
Karena, pembelajaran tidak terstruktur yang diberikan dosen tersebut. sehingga banyak mahasiswa maupun mahasiswi kebingungan apa yang dijelaskan si dosen. hal ini wajar, namanya pertama kali belajar tentu saja binggung. ditambah lagi urutan pembelajaran tidak sesuai juga.
Pertemuan pertama mata kuliah algoritma & pemograman, di kasih penjelasan tentang flowchart dengan penjelasan berbentuk video. divideo itu, dijelaskan dasar-dasarnya sangat singkat, saya tau, sebagai mahasiswa/i kita harus mandiri belajar, tetapi pecuma dong kalau punya dosen yang menjelaskannya sangat singkat dan diakhiri dengan tugas.
Pembelajaran ini masih terjadi adanya korona 19 diindonesia, sehingga pelajaran menjadi online semua. beberapa minggu kemudian, yaitu minggu 3, sudah bisa dilaksakan pembelajaran offline (datang langsung ke kampus). tetapi mata kuliah yang saya ikuti ini tidak kunjung mau melaksanakan pembelajaran offline, tidak tau kenapa alasannya tidak diberi tau, yang penting masih online pelajarannya maupun tugas.
Saya tau tugas dosen itu banyak dan sibuk setiap harinya, tetapi kewajiban mengajar mahasiswa/i itu wajib, kerena sudah ada jadwalnya dan di pertanggung jawabkan. pecuma saja, dikasih video singkat pembelajaran di setiap pertemuan, tetapi tidak ada sesi tanya jawabnya.
Sudah tau, kalau tanya jawab di whatsapp, orang-orang tidak mau alias malas dan kurang mengerti nanti jawabannya, karena matkulnya ada prakteknya. saya beri contoh, jika mahasiswa/i masuk online, otomatis akan terjadi praktek bukan ? nah, disanalah peran dosen untuk menjelaskan dengan baik dan mengkoreksi yang salah di setiap mahasiswa/i-nya. kuncinya interaksi sesama saja, sehingga tercipta diskusi permasalah yang ingin dipecahkan setiap pertemuannya.
Quis & Uts
Pada pertemuan 11/12, akan diadakan latihan quis dan uts. disini uniknya, kalau quis dan uts dilaksanakan secara offline (datang kekampus). pertemuan sebelumnnya online semua, sehingga membuat ekstrak belajar.
Soal yang diberikan adalah tentang pemograman c++, tugasya membuat program dengan c++ tersebut. disinilah dosen memberi waktu 90 menit untuk mengerjakan tugas, si dosen tersebut, mengambil yang paling cepat mengumpulkannnya sehingga semua mahasiswa/i pun beradu keahlian mereka, ada yang menyontek, ada ngerjakan sendiri, ada yang liat google, dan masih banyak lainnya.
setibanya akhir waktu 90 menit, hanya 3/4 orang yang telah menyelesaikan tugas mereka, selebihnya masih berusaha dan ada yang belum siap juga. jadi si dosen mengakhiri pertemuan quis & uts, hanya mengambil nilai 3/4 orang yang sudah mengumpulkan.
Disini lah saya agak konta dengan si dosen, bukan hanya saya saya, mungkin ada beberapa mahasiswa/i yang kecewa karena tidak dinilai hasil pengerjaannya, walaupun belum selesai. dosen itu seperti tidak menghargai hasil jerih payah mahasiswa/i.
Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, termasuk cara mengerjakan tugas, ada yang lambat, ada yang sedang, maupun yang cepat. setidaknya nilai saja apa yang telah dikerjakan mahasiswa/i walaupun belum siap semua tugasnya.
Akhir kata si dosen "akan mengadakan uts/quis ulangan lagi, tetapi belum ditentukan kapan" loh ? seharusnya menjadi dosen itu harus sudah menyiapkan kapan hari sebelum terjadi kejadian seperti ini. jadi mahasiswa/i binggung semua.
Demikianlah, keluh kesah
mahasiswa terhadap dosen part 1 ini, saya menulis ini untuk sejarah
kehidupan saya sendiri, agar tidak terlupakan. saya akan menulis keluh
kesah mahasiswa berikutnya. Terima Kasih.
Komentar
Posting Komentar